Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

12 Juni 2010

Artis Senior Di Indonesia Tidak Dihargai




Banyak keluhan orang2 tua di lingkungan saya tentang tidak adanya sinetron atau film yang sesuai untuk mereka. Hampir semua sinetron dan film selalu menceritakan masalah anak muda.

Andai para produser tahu, sebenarnya banyak sekali ibu2 yang teramat sangat mendambakan tontonan sinetron dan film untuk orang tua seusia mereka. Banyak yang ingin melihat lagi artis idola jaman mereka, seperti artis2 tahun 1970an dan 1980an, bisa berperan sebagai pemeran utama lagi.

Sekarang ini artis2 senior terkesan tidak dihargai, mereka hanya mendapat posisi sebagai pemeran pembantu dan cameo, padahal mereka adalah artis papan atas yang telah amat berjasa di dunia hiburan. Tidak ada cerita sinetron dan film yang menempatkan mereka sebagai bintang utama, walau penonton yang sudah tua2 sangat mengharapkan itu. Yang ada hanya cerita anak muda saja, sehingga penonton menjadi bosan.

Kesannya bintang2 besar itu sekarang diturunkan pangkatnya, masyarakat punya penilaian seperti itu. Karena kami melihat di setiap opening semua sinetron, pasti nama artis2 senior ditaruh belakangan, bahkan jauh di belakang artis baru yang samasekali tidak terkenal.

Penempatan nama itu terkesan tidak menghargai nama besar artis senior. Padahal penonton tertarik melihat sinetron2 itu karena ada artis senior yang dikagumi, bukan karena artis baru yang kacangan. Tapi anehnya artis2 senior yang sebenarnya justru menjadi daya tarik penonton dan jaminan mutu itu, honornya malah kalah besar dengan artis baru.

Jauh berbeda dengan di Hollywood, saat aktris setua Meryl Streep bermain dalam film “The Devil Wears Prada” belum lama ini, nama Meryl Streep tetap ditaruh di tempat teratas. Demikian juga saat aktris setua Diane Keaton bermain dalam film “Because I Said So”, nama Diane Keaton pun ditaruh di tempat teratas bersama Mandy Moore. Lalu saat Kim Bassinger bermain bersama Eminem dalam “8 mile”, nama Kim Bassinger juga ditaruh di urutan teratas, padahal Bassinger bukan pemeran utama di film itu, dan banyak bintang muda yang ikut main sabagai pemeran utama, tapi nama Bassinger tetap ada di urutan teratas. Kalau hal itu terjadi di Indonesia, pasti nama Meryl Streep, Diane Keaton, dan Kim Bassinger akan ditaruh di urutan ke – 20, atau bahkan tidak dicantumkan samasekali, hehehe.

Indonesia bisa saja meniru system seperti Hollywood itu, dimana semakin senior seorang aktris dan aktor maka ia akan makin dihargai dan makin mahal. Kita bisa memulai itu dari sekarang, kita bisa kalau kita bersama berusaha, tidak ada hal yang mustahil.

Kebetulan saya punya teman2 diskusi yang kritis. Kami sering berdiskusi santai tentang buku, juga mengkritisi film dan sinetron. Waktu kami melihat film Jodie Foster yang terbaru “The Brave One”, teman saya semua berkomentar sama : “film ini bagus hanya karena Jodie Foster semata”.

Kami yakin, sebenarnya artis2 senior di negeri ini lebih punya pesona dan tetap memukau, dibandingkan artis baru yang tidak jelas kualitasnya. Sayang sekali para produser tidak lagi tertarik membuat tontonan dengan bintang utama artis2 senior, mungkin artis senior dianggap tidak punya nilai jual. Andai saja ada cerita yang bagus untuk mereka, kami yakin mereka masih punya nilai jual.

Perfilman Hollywood sangat maju karena mereka punya cerita beragam, tidak melulu membuat cerita untuk anak muda saja, cerita untuk orang tua pun banyak dibikin dan laku dijual, sehingga artis2 senior di sana masih sangat dihargai, dan malah punya nilai jual amat tinggi. Sebenarnya di Indonesia juga bisa begitu, karena masyarakat kita sudah banyak yang pintar dan mulai menuntut perubahan. Kalau memang Hollywood adalah industri tontonan terbaik di dunia, seharusnya kita mencontoh pola pikir dan professionalisme mereka.

Kami rindu artis2 idola kami dulu bisa mendapat peran utama pada sinetron dan film dengan segmen pasar orangtua. Penonton pasti bosan melihat cerita sinetron dan film tentang anak muda melulu, kalau semua tontonan cerita hanya untuk anak muda, lantas apa yang untuk ayah dan ibunya ?. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan komen, ini negara demokrasi, semua orang bebas berpendapat apa saja, termasuk saya :))