Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

12 Juni 2010

Casting Yang Ngawur Di Sinetron



Kita melihat banyak kejanggalan di semua sinetron produksi negeri ini, aktris dan aktor yang masih berumur 30 an tahun banyak diplot sebagai orangtua yang anaknya sudah dewasa. Atau aktris dan aktor yang masih berumur 40 an tahun banyak diplot sebagai nenek–kakek yang cucunya sudah besar. Itu semua sangat lucu dan sungguh tidak masuk akal, benar2 membodohi penonton habis–habisan.

Hal seperti itu tampaknya sepele, tapi hal itu sangat mempengaruhi kesan cerita. Sepertinya para penanggungjawab sinetron dan team nya itu membikin karya seni dengan asal2an tanpa memperhatikan detailnya, terkesan asal jadi dan asal laku, padahal sebuah karya seni (termasuk sinetron) harusnya dibikin dengan ketelitian dan keindahan.

Kalau sudah begitu, seharusnya jangan ditutup kesempatan bagi orang2 baru yang lebih punya Taste Of Art, dan bisa memperbaiki kesalahan2 ini. Saya mau tuh, gratis, gratis.

Para pembuat sinetron itu seharusnya menghargai penonton, karena penonton jaman sekarang ini sudah pintar2 dan amat kritis, janganlah penonton dianggap bodoh dan mudah dibodohi dengan sinetron yang dibuat secara gegabah seperti itu.

Industri perfilman dan serial di Hollywood kebanyakan selalu bagus karena mereka selalu membuat film dan serial nya dengan sangat teliti, serius, tidak asal bikin dan asal jadi, tidak seperti di negeri ini. 

Seorang Sandra Bullock atau Elizabeth Hurley yang sudah berumur 45 tahun belum pernah berperan sebagai nenek2. Di serial seperti Desperate Housewives pun, peran ibu benar2 diperankan para aktris yang sudah berumur ibu2, bukan memaksakan aktris muda untuk didandani ibu2 atau nenek2.

Rasanya lebih tepat kalau peran nenek2 itu sekarang diperankan oleh Widyawati, Doris Callebout, atau Yati Octavia. Dilihat dari segi kepantasan dan kepatutan, mereka itu memang lebih pas kalau diplot menjadi nenek2 di setiap sinetron. Bukan seperti sekarang ini, contohnya Devi Permatasari atau Emma Waroka yang baru berumur 30an tahun sudah diplot menjadi nenek2.

Saya ingat beberapa tahun silam, di sebuah tayangan TV, seorang aktris senior yaitu almarhumah Nurnaningsih, dalam kesedihan dan hampir menangis- dia mengatakan antara lain seperti ini : “saya ingin tampil lagi, saya masih bisa main film atau sinetron, tapi tidak ada produser yang mau memakai saya, padahal saya kan bisa berperan sebagai nenek2”. 

Betapa kasihan aktris setua almarhumah Nurnaningsih tidak lagi dilirik produser untuk berperan sebagai nenek2, mungkin karena produser lebih suka memakai aktris muda untuk berperan sebagai nenek, walaupun sangat belum pantas.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan komen, ini negara demokrasi, semua orang bebas berpendapat apa saja, termasuk saya :))