Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

12 Juni 2010

Siapa Yang Bodoh, Produser Atau Penulis Skenario Sinetron ?



Bukan hanya kualitas sinetron yang parah, tapi cerita pun terkesan asal bikin. Lihat saja pd mayoritas sinetron yg ada sekarang, betapa tidak masuk akal saat begitu mudahnya beberapa tokoh dibikin amnesia, buta, dianggap mati ternyata hidup lagi, bayi ditukar, dan banyak lagi yang out of realita.

Banyak cerita yang serupa itu, sungguh suatu cerita yang jauh dari realita. Cerita seperti ini jelas membodohi penonton habis–habisan, seakan penonton adalah orang2 bodoh yang mudah ditipu. Tidak adakah ide cerita lain yang lebih beragam dan masuk akal?. Penulis seperti inikah yang lebih diberi kesempatan oleh PH?.

Banyak tokoh yang mengatakan “jangan percaya pada rating”. Memang rating seringkali menipu dan tidak akurat, saya berani bilang begitu karena saya pernah bekerja di bagian data survey nasional, sehingga saya tahu seluk beluk dunia survey, banyak kesalahan dan rekayasa dalam rating. Kenyataan yang ada di masyarakat sangat berbeda dengan hasil rating yang keluar, rating tidak bisa jadi patokan.

Mungkin itulah kenapa sinetron “Kiamat Sudah Dekat” disukai Presiden, karena di sinetron tersebut mengangkat cerita yang sesuai realita, tidak ada tokohnya yang dibikin amnesia, buta, dan dianggap mati ternyata hidup lagi. Produser hanya mikir untung tp nggak peduli kualitas cerita.

Contoh paling gampang, saya sering melihat ada banyak kesamaan jalan cerita dalam sinetron2 produksi SINEMART. Salahsatu contoh yang mudah adalah 4 sinetron seperti di bawah ini :
Sinetron “INTAN” dan “SOLEHA :
  • Pemeran utama prianya Dude dan Rionaldo sama–sama dibikin hilang dan dianggap mati.
  • Lalu dengan sangat ajaib dan tidak masuk akal- ternyata mereka tidak mati, mereka sama–sama dipungut oleh orang yang kehilangan kerabat yang wajahnya sama dengan Dude dan Rionaldo itu.
  • Setelah itu mereka sama-sama terkena amnesia.
  • Lantas sama–sama berubah profesi sebagai fotografer tanpa kemampuan fotografi sebelumnya.
  • Terakhir sama–sama berubah sifat menjadi agak nakal padahal sebelumnya anak yg baik.

Sinetron “INTAN” dan “KEMILAU CINTA KAMILA” :
  • Pemeran utamanya wanitanya Naysila dan Asmirandah sama-sama hamil di luar nikah.
  • Naysila dan Asmirandah sama-sama berpisah dari ibu dan ayahnya sejak masih bayi.
  • Saat Naysila dan Asmirandah hamil, ibu mertua masing2 sama-sama benci/tidak mengakui.
  • Setelah Naysila dan Asmirandah berhasil bertemu orangtuanya yg sdh lama berpisah ternyata orangtua mereka sama-sama sakit ginjal.
  • Orangtua Naysila dan Asmirandah sama-sama butuh donor ginjal dan anaknya tersebut ngotot ingin jd pendonor.

Nah!, jelas lah bahwa keempat sinetron itu punya banyak kesamaan yg tidak masuk akal, kentara sekali kalo penulis skenarionya kekurangan ide dan dasarnya mereka memang nggak kreatif, penulis skenarionya seolah hanya sekedar copy paste dari cerita yg sudah ada, wah kalo kerjanya macam begitu sih keponakan saya yang masih TK pun bisa jd penulis skenario.


Sumber foto kartun by Anoekrenz, ayo-baca-aja.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Silakan komen, ini negara demokrasi, semua orang bebas berpendapat apa saja, termasuk saya :))