Subscribe:

Ads 468x60px

Pages

2 Mei 2011

SINETRON PUTRI YANG DITUKAR MENJIPLAK FILM ‘JOHN Q’


Heran, kok bisa sinetron Putri Yang Ditukar (PYD) menjadi favorite di Panasonic Award. Ada 2 kemungkinan: pertama, hasil survey tidak fair, alias bs dimainkan, mengingat RCTI menjadi stasiun TV yg mengadakan acara Panasonic Award ini. Kedua, selera penonton semakin memprihatinkan.

Semakin hari sinetron PYD semakin jauh dari judulnya. Pada awalnya masih relevan antara judul dg isi ceritanya, yaitu tentang 2 anak yg ditukar saat lahir di RS. Tapi setelah masalah ‘anak tertukar’ ini selesai- rupanya sang produser tidak rela sinetron ini stop, rating tinggi menjadi alasan sinetron yg seharusnya sdh tamat ini malah diulur ulur.

Alhasil sekarang ini cerita PYD menjadi semakin aneh, tak masuk akal, mbulet, BIKIN BOSAN. Sayang sekali RCTI yg katanya stasiun TV swasta paling tua & bermutu kenapa hrs bekerjasama dg SINEMART, yg hanya bs memproduksi sinetron sampah & malah merusak citra RCTI.

Cerita yg seharusnya tamat lebih baik ditamatkan saja. Bikin lagi sinetron dg judul baru & cerita baru. Kalo masih sayang dg para pemainnya, ajak saja lagi pemain yg sama untuk bermain di sinetron yg baru, sehingga penonton lebih fresh dg tema cerita yg beda.

Beberapa hari lalu (sepertinya sang penulis cerita PYD sdh kehabisan ide) dlm beberapa episode sinetron PYD malah menjiplak habis habisan film Hollywood berjudul ‘JOHN Q’.

Mungkin si penulis/sutradara tidak sadar bahwa penonton hafal dg film ‘JOHN Q’ itu. Film yg bagus itu dibintangi Denzel Washington, bersetting sebuah RS, menceritakan seorang ayah yg bingung krn anaknya sakit & butuh transplantasi jantung, sang ayah yg pada dasarnya org baik ini dg sangat terpaksa menyandera pasien2 di RS itu agar bs segera mendapat penanganan untuk anaknya.

Bla bla bla, ide cerita di film ‘JOHN Q’ ini rupanya dijiplak habis oleh sinetron PYD, seperti inikah kualitas sinetron yg katanya menjadi favorite. Kenapa sih para produser & stasiun TV selalu menjadikan rating sbg RAJA, asalkan rating nya bagus hajar bleh!, tidak peduli kualitas, tidak peduli efeknya pada penonton krn selalu saja dijejali tayangan sampah.



1 komentar:

Farid mengatakan...

ember. gw tutup aja lah sinetron sampah itu.
ayo kita musnahkan sinetron sampah memalukan!

Posting Komentar

Silakan komen, ini negara demokrasi, semua orang bebas berpendapat apa saja, termasuk saya :))